

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.
Sampai Ep 82Kaisar Pelindung KeluargaAll
Sampai Ep 67Terikat oleh Perjanjian JinAll
Sampai Ep 72Disukai Tanpa UsahaAll
Sampai Ep 60Jangan Usik Dia,Dia Raja L.A.All
Sampai Ep 97Konglomerat Balas DendamAll
Sampai Ep 60Hati yang BertentanganAll
Sampai Ep 74Suami Pengemisku Ternyata KaisarAll
Sampai Ep 62Menikah dengan Mantan Kekasih KakakkuAll
Sampai Ep 87Kebangkitan Kuasa: Putaran KeduaAll
Sampai Ep 62Memilih Setan Daripada KamuAll
Sampai Ep 73Naga S-Class yang BangkitAll
Sampai Ep 81Kesempatan Kedua Sang PewarisAll