

Sarah adalah pemilik toko kue yang membuat Mal Permata ramai dikunjungi pelanggan. Namun, manajer mal yang sombong, Pak Rio, secara kejam menaikkan harga sewa hingga 40%. Saat Sarah melawan, Pak Rio memutus listrik dan mempermalukannya di depan umum, lalu menggantinya dengan gerai Teh Hits milik selebgram Rara. Pak Rio tidak tahu kalau pengunjung mal itu datang karena keluarga Sarah: toko perhiasan ibunya, gym suaminya, dan toko gadget adiknya. Dengan tenang, Sarah memindahkan seluruh bisnis keluarganya ke Alun-Alun Baru di seberang jalan. Dalam sekejap, Mal Permata ditinggalkan pembeli. Bisnis Sarah makin sukses, sementara reputasi Pak Rio hancur karena skandal dan korupsi. Di puncak konflik, Sarah sadar bahwa dalang di balik semua ini adalah ayah mertuanya sendiri, Pak Wijaya. Bukannya menyerah, Sarah membuktikan bahwa dia adalah pemegang saham utama di Alun-Alun Baru. Ia menegaskan kepada keluarga suaminya bahwa dia bukan sekadar “istri kaya” yang bisa disetir, melainkan pebisnis tangguh yang membangun segalanya dengan kerja keras.
Up to EP 45Revisi Kontrak Prancis 10 Menit, Direktur Syok!All
Up to EP 50Cinta Tak Ada ObatAll
Up to EP 60Putriku Difitnah, Aku MelawanAll
Up to EP 55Mutiara Tersembunyi: Bangkitnya Pengantin Putri DuyungAll
Up to EP 42Dia Lunasi Hutang Tiga GenerasiAll
Up to EP 40Putriku Bukan MainanmuAll
Up to EP 60Kebohongan Suami MafiakuAll
Up to EP 42Kekaisaran Runtuh TanpakuAll
Up to EP 40Kakak ipar, hari ini tidak bisaAll
Up to EP 45Jangan bertemu lagiAll
Up to EP 40Setelah Cerai, Keluarga MerendahAll
Up to EP 64Hancur Suamiku, Bongkar KebenaranAll